Zidane Puji Ancelotti dan Tim Milan Sacchi: “Tim yang Mengesankan

Zinedine Zidane

Fans Milanisti – Zinedine Zidane, legenda Juventus dan Real Madrid, tampil di Festival dello Sport pada 13 Oktober 2025, memuji Carlo Ancelotti dan tim AC Milan era Arrigo Sacchi. Dalam wawancara, Zidane sebut Ancelotti, mantan pelatihnya, sebagai figur kunci yang dengar pemain, dan tim Sacchi dengan Van Basten, Rijkaard, Gullit, Baresi, dan Maldini sebagai tim terkuat sepanjang masa. Ia juga kagumi Luka Modric, bintang Milan saat ini, yang “tak pernah kehilangan bola”. Artikel ini mengulas pujian Zidane, konteks Milan, dan dampaknya bagi Rossoneri.

Pujian untuk Ancelotti: Pelatih yang Dengar Pemain

Zidane, yang bekerja dengan Ancelotti di Real Madrid sebagai pemain dan asisten, bilang: “Teman lama, penting untuk karier saya. Pelatih bagus, karena ia dengar pemain. Gairah untuk sepakbola adalah karakteristik terpenting. Jika bergairah, Anda selalu sampaikan sesuatu.” Ia tambah: “Pelatih 80% dari tim. Jika serius, pemain serius. Saya coba sampaikan keyakinan total.” Ancelotti, yang menang 3 Scudetto dan 2 Liga Champions bersama Milan (1987-1991, 2001-2009), jadi inspirasi. Fans seperti Milanista bilang: “Ancelotti legenda, bawa Milan ke puncak.”

Bacaan Lainnya

Tim Sacchi: Terkuat Sepanjang Masa

Zidane puji tim Milan era Sacchi (1987-1991): “Milan, dengan Van Basten, Rijkaard, Gullit, Baresi, dan Maldini. Tim itu menang banyak laga. Tim Sacchi mengesankan.” Di bawah Sacchi, Milan menang 2 Liga Champions (1989, 1990) dan Scudetto 1988 dengan gaya pressing revolusioner. Alessandro Nesta, yang prediksi kembalinya Paolo Maldini, setuju: “Milan dan legenda seperti Maldini tak terpisahkan.” Tim Sacchi jadi acuan untuk Milan 2025-26, yang puncaki klasemen dengan W4 D1 L1 (9 gol, 3 kebobolan).

Modric: Tak Pernah Kehilangan Bola

Zidane, ditanya soal melatih Modric atau Cristiano Ronaldo lagi, bilang: “Keduanya luar biasa, juga Benzema. Bayangkan latihan 1,5 jam tanpa kehilangan bola. Tak pernah. Hanya 3-4 pemain: Modric, Kroos, Benzema, Isco. Cristiano kehilangan sedikit (tersenyum), tapi cetak gol luar biasa.” Modric, 40 tahun, main 10 laga impresif untuk Milan, termasuk ciptakan peluang penalti lawan Juventus (0-0, 5 Oktober). Diistirahatkan lawan Gibraltar, ia siap lawan Fiorentina (19 Oktober).

Konteks Milan dan Dampak

Milan, dengan pertahanan terbaik Eropa (0,23 xG kebobolan per laga), incar Scudetto di bawah Massimiliano Allegri. Modric, Adrien Rabiot (gol untuk Prancis), dan Christian Pulisic (4 gol, 2 assist) pimpin tim. Zlatan Ibrahimovic bela Rafael Leao, sementara Igli Tare incar bek seperti Mario Gila. Pujian Zidane untuk Sacchi dan Ancelotti ingatkan DNA juara Milan. Laga vs Como di Australia (Februari 2026) jadi panggung, dengan Fikayo Tomori dan Saelemaekers buru kontrak baru.

Zidane puji Ancelotti, Sacchi, dan Modric. Akankah Milan tiru kejayaan era Sacchi? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar dan ikuti artikel terkait tentang AC Milan untuk kabar terbaru!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *