Tiga Alasan Mengapa Perburuan Scudetto Milan Berakhir

Rossoneri

Fans Milanisti – Mimpi Scudetto Milan musim ini resmi berakhir. Rossoneri yang sempat memimpin klasemen akhirnya harus mengakui keunggulan rival setelah serangkaian hasil buruk dan masalah internal. SempreMilan rangkum tiga alasan utama mengapa perburuan gelar Serie A berakhir bagi Milan.

1. Finishing yang Sangat Buruk di Laga Krusial

Milan sering mendominasi penguasaan bola dan ciptakan peluang, tapi konversi sangat rendah. Di 10 laga terakhir, Rossoneri hanya cetak 8 gol dari xG 14.2. Fullkrug, Leão, dan Pulisic punya banyak kesempatan tapi gagal memanfaatkan. Ini jadi penyakit kronis yang akhirnya mematikan peluang juara.

Bacaan Lainnya

2. Kebobolan Gol dari Set-Piece Terlalu Sering

Milan kebobolan 18 gol dari bola mati musim ini – terbanyak di antara tim papan atas Serie A. Gol dari corner dan free-kick jadi senjata mematikan lawan, termasuk kekalahan telak dari Parma dan imbang lawan tim kecil. Organisasi bertahan di set-piece tetap jadi titik lemah meski sudah berulang kali dievaluasi.

3. Cedera dan Rotasi yang Tidak Efektif

Cedera beruntun menimpa pemain kunci seperti Loftus-Cheek (operasi rahang), Saelemaekers (paha), dan Bennacer (otot). Rotasi Allegri tidak berhasil maksimal karena kedalaman skuad kurang tajam di beberapa posisi. Pemain cadangan sering gagal beri dampak sama saat starter absen.

Allegri akui: “Kami punya peluang besar, tapi kami tidak cukup tajam dan konsisten. Cedera dan kesalahan di bola mati jadi penyebab utama. Kami harus belajar dari ini untuk musim depan.”

Milan saat ini berada di posisi ke-2 klasemen Serie A dengan 54 poin (W15 D9 L2). Tiga alasan ini jadi penjelasan mengapa Scudetto musim ini lepas dari genggaman Rossoneri.

Forza Milan – musim ini berakhir tanpa Scudetto, tapi pelajaran besar untuk masa depan! Apa alasan terbesar menurut kalian? Bagikan pendapat di kolom komentar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *