Fans Milanisti – Pertandingan melawan Cremonese kemarin lagi-lagi membuktikan kalau formasi 4-3-3 jadi senjata pamungkas Massimiliano Allegri di momen krusial! Setelah 60 menit kesulitan menembus pertahanan rapat tuan rumah dengan 3-5-2 yang terprediksi, Allegri berani ganti ke 4-3-3 di setengah jam terakhir—masukkan Niclas Füllkrug sebagai penyerang tengah di antara Christian Pulisic dan Rafael Leao. Hasilnya? Dua gol telat dari Strahinja Pavlovic dan Leao, kemenangan 2-0, serta tiga poin penting yang bikin Milan tetap di posisi kedua Serie A!
Ini bukan pertama kalinya 4-3-3 ‘menyelamatkan’ Milan musim ini. Lawan tim yang bertahan dalam (low-block) seperti Cremonese, formasi tiga bek plus dua wingback plus dua penyerang sering terlalu mudah dibaca—hanya menunggu umpan silang yang gampang diantisipasi bek lawan. Dengan 4-3-3, Milan memaksa tim lawan keluar dari posisi dalam untuk menekan sayap, membuka ruang lebih banyak di depan, dan menambah opsi serangan. Meski setelah switch Milan tak ciptakan peluang terbuka lagi (nol open-play chance), tapi perubahan risiko lebih tinggi—ada counter 5 vs 4 yang hampir berbuah gol—dan akhirnya gol datang dari set-piece serta penyelesaian akhir.
Allegri sendiri tetap teguh pada visinya. Usai laga, ia bilang formasi tiga penyerang depan ini hanya solusi sementara di tengah pertandingan: “Right now, it’s a mid-game solution, then we’ll see how it goes. Right now, I’m not interested in formations; we have too big a target to achieve with the teams behind pushing.” Artinya, ia tak mau gegabah ubah starting formation karena target besar (Scudetto) masih ada, tim di belakang terus mengejar, dan keseimbangan tetap prioritas—terutama jelang derby vs Inter yang bakal jadi laga do-or-die. Melawan tim intens seperti Inter, terlalu ekspos depan bisa fatal.
Musim ini memang transisi bagi Milan: pertahanan salah satu terbaik meski bek tengah rata-rata, posisi kedua dengan gaji skuad 30-40% lebih rendah dari Inter, tapi masalah utama bukan Allegri—melainkan kepemilikan klub yang kurang strategi jangka panjang dan ragu investasi pemain sesuai keinginan pelatih. Kalau Allegri dapat 2-3 pemain tambahan yang ia minta, Milan bisa jauh lebih kompetitif.
Ini bukti Allegri pintar adaptasi meski tetap yakin pada prinsipnya. 4-3-3 jadi ‘penyelamat’ lagi, tapi apakah kalian setuju kalau mulai dari awal lebih baik pakai formasi ini? Atau tetap 3-5-2 untuk keseimbangan? Share pendapat di komentar, yuk diskusi rame! 🔴⚫





