Fans Milanisti – Allegri tetap tenang meski Milan gagal lagi di Olimpico! Rossoneri kalah 1-0 dari Lazio kemarin malam, dan pelatih langsung beri analisis jujur pasca-laga. Gol tunggal Gustav Isaksen lahir dari blunder Pervis Estupinan yang salah langkah, sementara Rafael Leao meledak emosi saat diganti di menit 67 — ia tolak peluk Allegri dan tampak sangat kesal karena merasa tak dilayani di dua peluang emas.
Allegri tak mau panik dan langsung jelaskan semuanya: “Pertama-tama kami tahu laga ini sangat sulit. Lazio bermain bagus, terutama di babak pertama. Kami terlalu banyak kesalahan teknis dan tak cukup terorganisir. Terlalu banyak pemain di atas bola, jadi rentan counter-attack. Itu yang terjadi.” Ia akui Milan lebih baik di babak kedua dengan rotasi dan duel yang meningkat, tapi gagal mencetak gol. “Sayangnya sepak bola seperti ini. Kami harus reset segera.”
Soal Leao yang tantrum dan tolak peluknya, Allegri justru santai: “Dia agak kesal karena ada dua situasi di mana dia bisa dilayani lebih baik, tapi tak terjadi. Itu dua peluang mencetak gol. Hal-hal seperti ini biasa terjadi di pertandingan.” Allegri juga ingatkan semua pemain ingin menang karena bisa pangkas gap ke tim di belakang, tapi sekarang harus realistis.
Implikasi Scudetto Kekalahan ini membuat jarak ke Inter kembali melebar jadi 8 poin. Allegri langsung realistis: “Semua orang bicara Scudetto setelah imbangnya Inter, tapi kami harus realistis. Milan sudah bagus musim ini, tapi target utama tetap Liga Champions. Kalau terus kejar mimpi, kami bisa hancurkan semua yang sudah dibangun dalam enam bulan.”
Fans Milanisti, Allegri tetap tenang dan fokus ke target realistis, tapi malam ini Leao dan Estupinan jadi sorotan negatif. Kalian setuju nggak dengan penjelasan Allegri soal tantrum Leao? Atau merasa sikap Leao sudah kelewatan? Siapa yang paling mengecewakan malam ini menurut kalian? Share pendapat di komentar, yuk ramein diskusi pasca-kekalahan ini!





