Fans Milanisti – Arrigo Sacchi, arsitek legendaris Milan era keemasan 80-90an, kembali beri kritik pedas tapi penuh harapan pada Rafael Leao! Dalam wawancara eksklusif dengan GOAL (dikutip 11 Maret 2026), Sacchi bilang Leao “harus bangun dari tidur” kalau Milan ingin Allegri ulangi keajaiban Scudetto seperti yang ia lakukan dulu. Kemenangan derby 1-0 atas Inter jadi momentum, tapi Sacchi tegas: “Leao punya bakat dunia, tapi kalau dia terus main setengah hati, Milan tak akan pernah kembali ke puncak.”
Sacchi puji Allegri atas “rebirth” yang sedang berlangsung—mental juara kembali, pertahanan solid, dan kemenangan grinding di big match seperti derby dan lawan Lazio. Tapi ia soroti Leao sebagai “kunci yang belum terbuka sepenuhnya”: “Dia bisa jadi pemain terbaik dunia kalau mau. Tapi sekarang dia tidur—kurang lapar, kurang konsisten, kurang ambil tanggung jawab di momen krusial.” Sacchi ingatkan Leao soal era Milan dulu: “Pemain seperti Van Basten, Gullit, Rijkaard tak pernah puas. Leao harus seperti itu—bangun, ambil bola, ciptakan, cetak gol, dan bantu tim setiap detik.”
Pesan Sacchi ini datang pasca-Leao tampil bagus di derby (ancaman konstan, bantu ciptakan ruang untuk Estupinan), tapi Sacchi bilang itu belum cukup: “Allegri bisa pull off the feat lagi—seperti saya dulu—kalau pemain seperti Leao bangun. Milan punya fondasi bagus sekarang: Modric, Fofana, Estupinan, pertahanan kuat. Tapi tanpa Leao di level maksimal, Scudetto tetap mimpi.” Ia juga beri pujian ke Allegri: “Massimiliano pintar, tahu cara menang tanpa permainan cantik. Tapi ia butuh Leao yang lapar seperti dulu.”
Ini jadi motivasi sekaligus teguran buat Leao—dengan kontrak renewal lagi dibahas (klausul €175 juta mungkin dihapus), Sacchi ingin No.10 Portugal tunjukkan karakter juara lebih sering. Allegri sendiri pernah bilang Leao “punya ikatan bagus dengan Kean” kalau striker itu datang—tapi Sacchi tekankan: “Leao harus bangun dulu, baru duo itu berbahaya.”
Fans Milanisti, Sacchi bicara keras karena dia tahu potensi Leao luar biasa—ini teguran penuh cinta dari legenda! Kalian setuju nggak kalau Leao harus lebih konsisten dan lapar di setiap laga? Atau Sacchi terlalu keras? Share pendapat di komentar, yuk ramein diskusi soal No.10 kita yang harus “bangun” untuk Scudetto!





