Fans Milanisti – Massimiliano Allegri bukan cuma pelatih taktik, tapi juga seperti psikolog bagi skuad AC Milan. Pengalaman masa lalunya di klub-klub besar bantu ia paham cara jaga mental pemain agar tim tidak runtuh di momen-momen sulit. Ini terbukti dari cara Milan tetap kompetitif meski hadapi tekanan tinggi di puncak klasemen.
Allegri pernah bilang: “Saya tahu kapan pemain butuh dorongan, kapan butuh istirahat, dan kapan harus ditegur. Pengalaman di Juventus dan Milan dulu ajar saya bahwa sepak bola 50% fisik dan taktik, 50% lagi adalah mental. Saya tidak mau tim ini runtuh seperti yang pernah terjadi di masa lalu.”
Pengalaman Masa Lalu yang Bantu Allegri
- Juventus Era Dominasi (2014-2019): Allegri kelola skuad bintang seperti Ronaldo, Dybala, dan Chiellini tanpa kehilangan fokus. Ia sering jadi “psikolog” saat tim hadapi tekanan Scudetto berturut-turut.
- Milan Era Kejatuhan (2010-2014): Allegri tahu betul bagaimana tim bisa runtuh karena masalah mental dan manajemen internal. Pengalaman ini jadi pelajaran berharga.
- Milan Sekarang: Allegri terapkan pendekatan yang sama – beri kepercayaan pada pemain muda seperti Bartesaghi dan Jashari, kelola ego pemain bintang seperti Leão, dan jaga harmoni skuad di tengah jadwal padat.
Hasilnya: Milan tetap solid meski hadapi kekalahan dari Parma dan imbang lawan Roma. Mental tim tidak goyah, dan Allegri berhasil cegah “collapse” yang sering terjadi di tim puncak klasemen.
Milan saat ini berada di posisi ke-2 klasemen Serie A dengan 54 poin (W15 D9 L2). Allegri sebagai “psikolog” skuad jadi salah satu alasan Milan tetap kompetitif di fase krusial musim.
Forza Milan – Allegri seperti psikolog tim! Pengalaman masa lalu bantu hindari runtuhnya Milan. Setuju dengan pendapat ini? Bagikan di kolom komentar.





